Kelak Ketika Aku...
Kelak. Ada alasan mengapa orang begitu terpesona oleh kata ini. Kelak ketika sudah lulus dari sini, kelak ketika sudah besar nanti, kelak 15 tahun lagi...
Tidak ada yang salah, tentu saja. Namun yang jadi masalah adalah ketika kata ‘kelak’ tersebut hanya sebatas di mulut saja. Hanya sebatas angan-angan belaka. Omong kosong. Betapa banyak orang yang bermimpi, namun ia tak ubahnya laiknya ‘punguk merindukan bulan’. Mimpinya sebatas mimpi belaka, perlahan pudar terurai realita.
Maka inilah yang membedakan. Mimpi selamanya akan menidurkan kita dari kenyataan, ketika tidak ada action dari kita yang bersangkutan. Al Hajib Al Manshur, tak lebih dari tukang ojek keledai di masa mudanya. Namun ia bermimpi, berkhayal, berbincang dengan sahabatnya sesama tukang ojek seraya memandangi bintang gemintang. “Kelak ketika aku sudah jadi Khalifah, kalian mau minta apa?”.
Dan itulah ia bertahun-tahun kemudian. Khalifah Andalusia. Pemimpin sebuah peradaban yang pernah memukau dunia. Mengapa? Karena memang itulah mimpinya. Lalu? Karena ia percaya. Kemudian? Karena ia bergerak. Membuktikan bahwa ia memang pantas menjadi seorang Khalifah. Ia tak hanya duduk termenung tersenyum sendiri, membayangkan hebatnya jadi Khalifah. Ya. Karena ia mengeksekusi mimpinya tersebut.
[NAD]
ICC: Klub Hobi ala Santri Isykarima
Isykarima Competitor Club. Satu lagi program unggulan yang diluncurkan oleh Divisi Seni dan Jurnalistik MATIQ Isykarima (a.k.a GRADASI). Mengambil sistem perkumpulan sebagai sebuah klub beranggotakan bebas, program ini bertujuan untuk mengumpulkan bakat-bakat alami para santri di bidang fotografi, desain grafis, serta jurnalistik dalam satu wadah. Harapannya agar di masa mendatang prestasi yang ditorehkan MATIQ Isykarima di ketiga bidang tersebut dapat terus berkesinambungan.
Klub yang diketuai oleh Kak Anwar
Sinaga ini telah mulai beroperasi sekitar 2 bulan yang lalu. Hingga sekarang, alhamdulillah,
perkumpulan ICC ini telah diikuti oleh lebih dari 30 santi MATIQ Isykarima.
ICC dibagi menjadi 3 departemen
sesuai dengan karakter masing-masing anggotanya. Ketiga departemen tersebut
adalah: Design Master dibawah komando Kak Sofwan Munawwar ,
Photography dengan arahan dari Kak Zuhair Najmuddin, serta JurnalisticHolic
dibawah pimpinan Kak Anwar sendiri. Pembagian ini bertujuan untuk memudahkan
proses pembibitan dan pembelajaran dalam setiap kategori yang telah ada. Selain
itu, pembagian ini juga berfungsi sebagai penyaring dalam mencari bakat-bakat
terbaik yang akan mewakili MATIQ Isykarima dalam berbagai even-even kompetisi
yang digelar di luar sana.
Melalui ICC, setiap anggota dididik
untuk bisa menguasai salah satu kategori yang telah ada. Caranya yaitu melalui
pemberian materi secara intensif, penugasan praktek untuk mengetes sejauh mana
pemahaman anggota, hingga pengiriman anggota ICC ke berbagai lomba-lomba. Terakhir,
akan ada penghargaan-penghargaan khusus dari pengurus ICC bagi anggota yang
berhasil menjadi tauladan dalam setiap tugas yang diberikan maupun dalam lomba
yang diikuti. Semuanya bertujuan untuk mengasah kemampuan santri di bidang
Desain Grafis, Fotografi, dan Jurnalistik.
Konsep yang diusung ICC selama
berjalan adalah relax, comfortable, and useful. Santai (Relax) dalam
artian setiap anggota diberi kebebasan untuk mengekspresikan jiwa seni dan
kreatifitas melalui karya-karya mereka. Nyaman (Comfortable) dalam arti mereka
diizinkan untuk membuat kondisi pembelajaran sekondusif mungkin ketika berkumpul.
Dan bermanfaat (Useful) dalam arti mereka tetap akan merasakan manfaat dari
kegiatan ini entah dalam jangka pendek maupun jangka panjang seusai lulus
nantinya.
Tertarik bergabung? Yuk, ikutan ke
Isykarima aja!
Kubaca Firman Persaudaraan
Kubaca Firman Persaudaraan
ketika kubaca firmanNya "sungguh tiap Mukmin bersaudara"
aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan
tak perlu, karena ia hanya akibat dari iman
aku ingat pertemuan pertama kita, Akhi sayang
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat
ya, kubaca lagi firmanNya, "sungguh tiap Mukmin bersaudara"
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping
kubaca firman persaudaraan Akhi sayang
dan aku makin tahu, mengapa di kala diancamkan
"para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain...
kecuali orang-orang yang bertaqwa"
ketika kubaca firmanNya "sungguh tiap Mukmin bersaudara"
aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan
tak perlu, karena ia hanya akibat dari iman
aku ingat pertemuan pertama kita, Akhi sayang
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat
ya, kubaca lagi firmanNya, "sungguh tiap Mukmin bersaudara"
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping
kubaca firman persaudaraan Akhi sayang
dan aku makin tahu, mengapa di kala diancamkan
"para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain...
kecuali orang-orang yang bertaqwa"
dikutip dari buku "Dalam Dekapan Ukhuwah"
karya Salim A fillah
Langganan:
Postingan (Atom)











































