Beberapa waktu lalu, ada seseorang yang saya lupa siapa, berbagi sebuah foto di sosial media. Foto itu cukup populer di ranah online dan sering dijadikan materi perang gambar di berbagai forum onlinedi Facebook.

Euforia 1 Muharram 1438 H

Pagi itu, Ahad 2 Oktober 2016 bertepatan dengan hari pertama tahun baru hijriah 1438, ketika jam menunjukkan pukul 09.15 WIB, ratusan pemuda-pemudi...

Cinta Dan Cita-Cita

Dua kata berbeda yang saling berkaitan, berkesinambungan dan saling menguatkan. Emm... bagaimana bisa ? Baiklah, mari sejenak memutar otak, mengingat kembali kisah perjuangan seorang budak. Yang sempat membuat hati Rasulullah retak....

Siapa Lagi?

Siapa lagi ? Tepat sudah setahun terlewat Tapi duhai... Sesal, sedih, marah, benci Melihat semua cerminan diri Siapa lagi ? Tatkala tahun telah berganti

النجاح

Semakin ku kejar, semakin kau jauh... Sepotong lirik lagu yang jika dipandang dari segi perjuangan menggapai kesuksesan hanya akan menambatkan rasa pesimis dalam hati seseorang.

Tampilkan postingan dengan label Dauroh Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dauroh Remaja. Tampilkan semua postingan

Cinta dan Cita-Cita

Dua kata berbeda yang saling berkaitan, berkesinambungan dan saling menguatkan.  Emm... bagaimana bisa ?
Baiklah, mari sejenak memutar otak, mengingat kembali kisah perjuangan seorang budak.  Yang sempat membuat hati Rasulullah retak....
Matanya memerah, berair.  Namun, dia tidak sedang bersedih.  Badannya kekar, berkulit hitam, terlihat kuat dan semakin hari semakin kuat.  Bekas cambukan yang tak jarang pun semakin “memperindah” perawakannya.  Ya, hari itu, lagi-lagi majikannya yang biadab ”menghabisinya” bahkan inilah puncaknya, saat sang budak yang kehabisan tenaga itu di jemur, dicambuk hingga diseret di padang pasir yang panas dan ditindihkan batu besar di badannya yang tiada selapispun kain membalut badannya.  Namun disinilah keindahannya, ya, indah.  Karena dengan wajah tegar dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya itu dia mengucap kata yang sederhana namun indah, bahkan menawan.  “Ahad !” satu kata penuh makna itu meluncur dari bibirnya yang pecah mengering, kepanasan. Hebatnya, ketika sang majikan memaksanya mengucap kata peruntuh iman, dia, sang budak itu masih teguh pendirian.  Dengan satu kata penuh makna... “Ahad !”. Baiklah, cukupkan dulu ceritanya, karena kelanjutannya sudah sering kita dengarkan.  Oleh karena itu, marilah kita membahas kata itu. Ya, “Ahad”. Inilah kata cinta sekaligus cita-cita.
Mengapa ? Karena waktu itu sang penutur, ya ”budak itu” salah satu budak mulia dalam Islam.  Seorang Ethiopia bernama Bilal bin Rabbah, berhasil mengucapkan kata itu dalam kondisi yang menyayat kalbu. Jadi bisa dibilang itulah ucapan murni dari hati. Jadi mungkin kita akan bertanya-tanya, apa istimewanya?
Jadi begini, kata “Ahad” itu sebuah kata cinta. Loh ko bisa? Ya bisalah, meskipun terkesan biasa saja, tapi bisa dikatakan itu adalah “kata puncak kerinduan hamba pada Rabb-Nya”. Dan hebatnya lagi, Bilal berhasil menunjukkan cita-citanya di kata itu. Loh memang apa cita-citanya ? Bertemu Rabbnya ! Inilah cita-cita tertinggi Bilal yang tersirat dalam satu kata.  Di saat pasrah menjadi satu-satunya jalan di tengah siksaan dan nyawa seakan tinggal satu jengkal.  Bilal ingin menunjukkan dia tetap berpegang teguh pada keimanan dan menunjukkan betapa di dadanya bergemuruh kerinduan.  Ya, kerinduan sekaligus cita-cita seorang muslim.  Bertemu Rabbnya.  Dia mencintai Rabbnya dan berharap bertemu dengan-Nya.  Indah bukan? Hanya dengan satu kata dia bisa mengungkapkan cita-cita sekaligus cinta.  Bahkan bukan sekedar cita-cita, ini sesuatu yang agung, menawan.  Jadi, di sini kita bisa belajar dari Bilal, bagaimana mengesinambungkan cinta dan cita-cita.  Ya, hanya dengan satu kata penuh makna.... “Ahad !”.(Anak Mahal)

EUFORIA 1 MUHARRAM 1438 H DI KAMPUNG 2 MENARA








Pagi itu, Ahad 2 Oktober 2016 bertepatan dengan hari pertama tahun baru hijriah 1438, ketika jam menunjukkan pukul 09.15 WIB, ratusan pemuda-pemudi dari berbagai penjuru Solo Raya berdatangan ke Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima, dalam rangka menghadiri acara Daurah Remaja 1 Muharram 1438 H. Ramainya peserta yang antusias hadir -dari kalangan remaja tentunya- membuktikan bahwa acara yang mengangkat tema “Antara Cinta Dan Cita Cita” dengan pembicara Ustadz Habiburrahman El-Shirazy tersebut memiliki daya tarik tersendiri di mata kalangan pemuda- pemudi, sebuah kombinasi antara tema dan pemateri yang menarik. Mendatangkan suatu kesan berbeda karena acara tersebut di selenggarakan di Masjid Bilal bin Rabbah. Yang lazimnya berlangsung di aula.

Dimeriahkan dengan bazaar berbagai jenis pakaian muslim dan buku bacaan islami dari berbagai penerbit yang mengadakan kerjasama dengan OSIS MATIQ, menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi para peserta Daurah, hal tersebut terbukti dengan masih ramainya lapak bazaar selepas acara, padahal langit telah menampakkan diri dengan ciri untuk segera menurunkan air hujan penuh barakah nya, pelapak maupun pembeli acuh akan hal itu. Perlu diketahui bahwasanya selepas acara selesai, tanah Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima langsung terhujani hujan dengan sedemikian derasnya. “Subhanallah, ini salah satu bukti acara kita barakah nih”. Ungkap salah seorang panitia yang sedang melepas penatnya sejenak di pelataran kantor OSIS MATIQ.

Jumlah peserta yang hadir sekitar 700 peserta dari keluarga ma’had maupun masyarakat umum. Alhamdulillah acara Daurah berjalan sesuai harapan, dan segenap panitia berterima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sedikit dari harta mereka untuk kepentingan umat. Dan panitia juga mengucapkan “SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1438 H” semoga langkah kita selalu dalam bimbingan-Nya dalam menjalani hari-hari setahun penuh kedepan.

Dauroh Remaja Se-Solo Raya 1 Muharram 1436 H



 

   Dalam memperingati tahun baru islam 1 Muharram 1436 H, OSIS MATIQ yang bekerja sama dengan MATHLA` mengadakan seminar remaja se-Solo Raya. Dengan bertemakan GET THE BEST FUTURE diharapkan dapat memberikan pencerahan dan pengarahan bagi generasi muda islam yang kini tengah galau tentang kedepannya mereka harus berbuat apa. Mengahdirkan pembicara yang tidak asing lagi yaitu Ust. Abu Hsanuddin, beliau adalah Mudir Ma`had Ibnu Katsir Jember, Jawa Timur.  diharapkan menambah semagat para peserta dengan gaya penyampaiannya yang interaktif dan humoris.



    Dimulai tepat pukul 9 pagi, para peserta yang datang dari berbagai sekolah di Solo Raya tampak antusias dalam mendengarkan materi seminar yang diberikan. Hingga akhir dauroh pada pukul 1 siang, para peserta seperti masih ingin mendengarkan lagi ceramah dari ustad, namun karena waktu yang membatasi, para peserta harus bisa menerima dengan lapang dada dan bisa datang kembali pada dauroh remaja selanjutnya.

 













   Tak lupa, panitia pun menyediakan bazar buku dan kaos di sekitar lapangan madrosah. untuk menambah ramainya Dauroh Remaja kali ini.

nantikan dauroh remaja berikutnya dya.. dapatkan infonya haanya di sini...